AC mobil yang dingin adalah dambaan setiap pengendara, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Namun, sering kali muncul kekhawatiran bahwa menyalakan AC akan membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Padahal, jika tahu caranya, Anda bisa menjaga AC tetap sejuk tanpa membuat kantong bolong. Memahami cara kerja AC dan menerapakan kebiasaan yang benar adalah kunci utamanya. Mari kita simak beberapa tips efektif yang bisa langsung Anda praktikkan.
Salah satu hal paling sering diabaikan adalah kebiasaan menyalakan AC saat mesin baru dinyalakan, apalagi jika mobil baru saja terparkir di bawah terik matahari. Suhu di dalam kabin bisa sangat panas, dan memaksa AC bekerja keras dari nol akan membebani kompresor dan membuat konsumsi bensin melonjak. Daripada langsung menyalakan AC, ada baiknya Anda membuka seluruh jendela selama satu hingga dua menit pertama saat berkendara. Biarkan udara panas di dalam kabin keluar terlebih dahulu. Setelah suhu di dalam mulai normal, barulah nyalakan AC pada kecepatan sedang. Cara ini jauh lebih efisien dan ramah untuk sistem AC mobil Anda.
Selain itu, pastikan untuk selalu mengatur tingkat suhu yang ideal. Banyak orang berpikir semakin rendah suhu yang disetel, maka AC akan semakin dingin. Padahal, menyetel suhu terlalu rendah (di bawah 22 derajat Celsius) akan membuat kompresor bekerja non-stop untuk mencapai suhu tersebut, dan inilah penyebab borosnya bensin. Usahakan untuk menjaga suhu di kisaran 22-24 derajat Celsius. Suhu tersebut sudah cukup sejuk dan membuat kompresor bisa bekerja secara intermiten (hidup-mati) sehingga beban kerja mesin tidak terlalu berat.
Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah perawatan berkala. AC mobil bukanlah sistem yang bisa dibiarkan begitu saja. Filter kabin yang kotor, kondensor yang dipenuhi debu, atau tekanan freon yang tidak ideal akan memaksa kompresor bekerja lebih keras. Filter kabin yang tersumbat akan menghambat aliran udara, membuat AC terasa kurang dingin meskipun sudah disetel maksimal. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan rutin, minimal setiap 6 bulan sekali di bengkel terpercaya. Perawatan yang rutin tidak hanya menjaga AC tetap dingin, tetapi juga memperpanjang umur komponen-komponen pentingnya.
Terakhir, perhatikan penggunaan fitur A/C saat berada di jalan menanjak. Saat mobil sedang mendaki, mesin membutuhkan tenaga ekstra. Menyalakan AC pada kondisi ini akan menambah beban mesin, dan mau tidak mau, mesin harus membakar lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan. Jika Anda merasa tanjakannya curam dan panjang, sebaiknya matikan fitur AC sementara waktu. Setelah jalan kembali datar, barulah nyalakan kembali. Dengan menerapkan tips-tips sederhana ini, Anda bisa menikmati kesejukan AC mobil tanpa perlu khawatir lagi dengan konsumsi bahan bakar yang membengkak.