Musim hujan di Indonesia seringkali membawa tantangan tersendiri bagi para pemilik kendaraan, terutama ketika kondisi jalan memaksa kita untuk menerobos genangan air atau banjir. Banyak pemilik mobil yang secara keliru hanya memprioritaskan kebersihan bodi luar agar terlihat mengkilap kembali, padahal ancaman terbesar bagi keawetan kendaraan justru bersembunyi di bagian bawah atau undercarriage. Air banjir bukanlah air bersih, melainkan campuran kompleks dari lumpur, pasir, sampah, dan zat asam yang sangat korosif. Jika dibiarkan mengering tanpa penanganan yang tepat, residu ini akan menjadi pemicu utama timbulnya karat yang bisa mengeroposkan sasis dan merusak komponen kaki-kaki mobil dalam waktu yang relatif singkat.
Teknik membersihkan kolong mobil yang benar harus dimulai sesegera mungkin, idealnya kurang dari 24 jam setelah mobil menerjang banjir, untuk mencegah lumpur mengeras dan menjadi kerak yang sulit dibersihkan. Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi atau high pressure washer guna merontokkan kotoran membandel yang bersarang di celah-celah sempit. Jika Anda mencuci sendiri di rumah, pastikan untuk tidak hanya menyemprot dari satu arah saja, namun cobalah menyemprot dari berbagai sudut—depan, belakang, dan samping—untuk memastikan seluruh residu lumpur di sela-sela suspensi, as roda, dan sistem pengereman benar-benar terdorong keluar. Namun, bagi hasil yang lebih maksimal, membawa mobil ke tempat pencucian yang memiliki fasilitas hidrolik "H" atau lift sangat disarankan agar seluruh area bawah terlihat jelas dan dapat diakses dengan mudah.
Selain kekuatan semprotan air, pemilihan bahan pembersih juga memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan komponen logam di bagian bawah mobil. Sangat disarankan untuk menggunakan sampo mobil khusus yang memiliki pH seimbang atau pH balanced yang mampu menetralisir tingkat keasaman dari air hujan dan limbah banjir tanpa merusak lapisan pelindung bawaan pabrik. Hindarilah penggunaan deterjen pakaian atau sabun colek yang bersifat terlalu keras dan abrasif karena bahan kimia tersebut justru dapat mengikis lapisan anti-rust atau anti-karat yang sudah ada. Pada tahap ini, pastikan juga untuk melakukan penyikatan manual menggunakan sikat nilon pada bagian spakbor dan area sekitar roda, karena putaran ban saat banjir cenderung melemparkan kotoran paling banyak ke area tersebut hingga menumpuk tebal.
Proses pembersihan ini harus ditutup dengan tahapan pengeringan dan inspeksi yang teliti untuk memastikan tidak ada air yang terjebak di bagian vital. Setelah dibilas bersih, sebaiknya mobil segera dibawa berkendara dalam jarak dekat atau menengah agar hembusan angin dan panas yang dihasilkan dari mesin serta knalpot dapat membantu menguapkan sisa-sisa air yang bersembunyi di celah sasis yang tidak terjangkau lap. Momen setelah pencucian bersih ini juga merupakan waktu yang paling tepat bagi Anda untuk melakukan pengecekan visual terhadap kondisi lapisan anti-karat. Apabila Anda menemukan bagian yang terkelupas atau menipis akibat gesekan dengan benda keras saat banjir, segera lakukan penyemprotan ulang cairan pelindung atau undercoating tambahan sebagai investasi jangka panjang demi menjaga harga jual dan keamanan struktur mobil Anda.