Perusahaan komponen otomotif terkemuka asal India, Sona Comstar, secara resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk memasuki pasar mobil listrik China. Langkah besar ini diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture dengan mitra lokal, Jinnaite Machinery Co. Kemitraan ini menjadi gerbang bagi Sona Comstar untuk memproduksi dan memasok komponen penting bagi para produsen mobil listrik (EV) tidak hanya di China, tetapi juga untuk skala global.
Keputusan untuk berekspansi ke China ini diambil pada waktu yang sangat krusial. Sona Comstar saat ini menghadapi tantangan ganda: bisnisnya di Amerika Serikat terancam oleh kebijakan tarif, sementara unit usahanya di India mengalami kendala akibat pembatasan ekspor rare earth (logam tanah jarang) dari China. Dengan membentuk joint venture ini, perusahaan menjalankan strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Barat dan mengamankan pertumbuhan jangka panjang di Asia, yang merupakan pusat industri kendaraan listrik dunia.
Dalam kesepakatan ini, Sona Comstar akan menanamkan investasi sebesar 12 juta dolar AS (sekitar Rp192 miliar), yang memberikannya kepemilikan saham mayoritas sebesar 60%. Sementara itu, Jinnaite Machinery Co. akan menyuntikkan dana 8 juta dolar AS untuk 40% sisa sahamnya. Struktur kepemilikan ini memastikan Sona Comstar memegang kendali atas arah strategis perusahaan patungan tersebut, yang akan fokus pada produksi komponen driveline, yaitu sistem vital yang menyalurkan tenaga dari motor listrik ke roda mobil.
Langkah Sona Comstar ini dinilai sangat tepat sasaran. China bukan hanya pasar mobil listrik terbesar di dunia, dengan penguasaan lebih dari 60% pasar global, tetapi juga rumah bagi produsen EV raksasa seperti BYD, NIO, Geely, dan XPeng. Dengan beroperasi langsung di China, joint venture ini memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama bagi para raksasa tersebut, seiring dengan target mereka untuk terus berekspansi secara domestik dan internasional. Operasi komersial dari usaha patungan ini diharapkan dapat dimulai pada paruh kedua tahun keuangan berjalan.