>
 

Satu Mundur, Tiga Maju: Toyota, Hyundai, dan Honda Tetap Bertaruh pada Masa Depan Mobil Hidrogen

By Ferhy
Category: News

Satu Mundur, Tiga Maju: Toyota, Hyundai, dan Honda Tetap Bertaruh pada Masa Depan Mobil Hidrogen image
Dunia otomotif tengah menyaksikan babak baru dalam pertarungan teknologi kendaraan ramah lingkungan. Ketika banyak mata tertuju pada mobil listrik bertenaga baterai, teknologi mobil hidrogen berada di persimpangan jalan yang krusial. Keputusan besar dari raksasa otomotif Stellantis untuk menghentikan program hidrogennya menjadi pukulan telak, namun di sisi lain, tiga pemain besar dari Asia—Toyota, Hyundai, dan Honda—justru menunjukkan komitmen yang semakin kuat. Fenomena ini menciptakan skenario "satu mundur, tiga maju" yang akan menentukan arah masa depan mobil hidrogen. Keputusan Stellantis, perusahaan induk dari merek-merek ternama seperti Peugeot, Citroën, dan Fiat, untuk membatalkan rencana peluncuran van bertenaga hidrogen bukanlah tanpa alasan. Mereka menyimpulkan bahwa pasar untuk kendaraan hidrogen masih terlalu kecil dan belum menunjukkan prospek ekonomi yang berkelanjutan dalam waktu dekat. Biaya pengembangan yang selangit dan tantangan terbesar, yaitu infrastruktur pengisian bahan bakar yang masih sangat minim di seluruh dunia, menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus. Langkah ini seolah menjadi konfirmasi bagi mereka yang sejak awal skeptis terhadap kelayakan teknologi sel bahan bakar hidrogen. Namun, di tengah pesimisme tersebut, Toyota berdiri tegak sebagai pendukung utama teknologi hidrogen. Pabrikan mobil terbesar di dunia ini tidak goyah dan terus berinovasi. Toyota tidak hanya fokus menyempurnakan sel bahan bakar (fuel cell) generasi ketiganya, tetapi juga secara aktif bereksperimen dengan mesin pembakaran internal yang ditenagai langsung oleh hidrogen. Komitmen mereka semakin terlihat jelas melalui kemitraan strategis dengan BMW untuk meluncurkan mobil hidrogen produksi massal pada tahun 2028 mendatang. Langkah serupa juga diambil oleh dua raksasa lainnya. Hyundai terus mendorong penjualan SUV hidrogen andalannya, Nexo, dan melihat potensi besar pada segmen kendaraan komersial seperti truk hidrogen Xcient. Sementara itu, Honda bersiap untuk memproduksi massal modul sel bahan bakar generasi baru yang diklaim 50% lebih murah dan dua kali lebih tahan lama. Melalui kerja sama dengan General Motors, Honda membuktikan bahwa mereka serius dalam menjadikan teknologi hidrogen lebih terjangkau dan efisien untuk diadopsi secara luas. Pada akhirnya, pertaruhan besar ini menunjukkan bahwa jalan menuju era mobil hidrogen masih panjang dan penuh tantangan. Meskipun kemajuan teknologi dari Toyota, Hyundai, dan Honda sangat menjanjikan, keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pengisian global. Dunia kini menanti apakah komitmen tiga raksasa ini cukup kuat untuk mengubah "mimpi" mobil hidrogen menjadi kenyataan di jalan raya, bahkan ketika pemain besar lainnya telah memilih untuk mundur. (photo by. Opel)