Dunia produsen kendaraan listrik (EV) kembali dihebohkan dengan berita fantastis dari Rivian, pabrikan yang dikenal dengan pikap listrik R1T dan SUV R1S. Rivian baru saja mengumumkan paket kompensasi untuk CEO mereka, RJ Scaringe, dengan potensi nilai mencapai $4,6 miliar (sekitar Rp76 triliun) selama satu dekade ke depan, sebuah langkah yang disebut-sebut terinspirasi dari Tesla dan CEO-nya, Elon Musk. Keputusan ini menunjukkan adanya tren baru di kalangan perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat, di mana mereka mengikat imbalan super besar untuk pimpinan eksekutif dengan target kinerja yang sangat ambisius, yang pada akhirnya bertujuan untuk memberikan nilai signifikan bagi para pemegang saham.
Mirip Musk, Namun dengan Fokus Keuntungan yang Lebih Jelas
Kesepakatan yang disetujui oleh dewan Rivian untuk Scaringe ini memang memiliki kemiripan mencolok dengan paket kompensasi Elon Musk yang baru saja disetujui ulang oleh pemegang saham Tesla, yang nilainya mencapai $1 triliun (sekitar Rp16.700 triliun) berdasarkan target operasional dan valuasi. Namun, paket Rivian untuk Scaringe datang dengan beberapa penyesuaian yang lebih fokus pada profitabilitas jangka pendek. Paket gaji Rivian ini tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham saja, tetapi juga pada pencapaian target pendapatan operasional dan arus kas yang ketat selama tujuh tahun ke depan. Hal ini menggarisbawahi upaya Rivian untuk tidak hanya tumbuh, tetapi juga mencapai keuntungan yang berkelanjutan, sebuah tantangan besar di pasar EV yang sangat kompetitif.
Detail Fantastis dan Tonggak Ambisius
Dalam pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Rivian menguraikan bahwa Scaringe akan menerima opsi untuk membeli hingga 36,5 juta saham Kelas A Rivian. Opsi ini, dengan harga pelaksanaan sekitar $15,22 per saham (harga penutupan saham RIVN saat pengumuman), hanya akan menjadi haknya jika Rivian mencapai serangkaian tonggak harga saham yang berkisar antara $40 hingga $140 per saham selama 10 tahun, selain memenuhi target keuangan yang baru. Target harga saham ini, meskipun lebih "realistis" dibandingkan target harga pada paket gaji Scaringe sebelumnya yang dibatalkan karena dianggap mustahil tercapai (hingga $295 per saham), tetap merupakan pencapaian yang sangat ambisius mengingat harga saham Rivian saat ini yang berada di sekitar $15. Jika semua target ini terpenuhi, perusahaan memperkirakan nilai yang akan didapat pemegang saham mencapai $153 miliar. Selain itu, dewan Rivian juga menggandakan gaji pokok tahunan Scaringe menjadi $2 juta (sekitar Rp33,2 miliar), sebagai upaya untuk lebih menyelaraskan kompensasi CEO dengan kinerja perusahaan dan pengembalian investasi pemegang saham.
Strategi Retensi Menuju Dominasi Pasar EV
Langkah strategis pemberian paket gaji jumbo ini tidak hanya tentang penghargaan, tetapi juga merupakan cara Rivian untuk mempertahankan pendirinya dan menjaga fokusnya tetap tajam, terutama menjelang peluncuran produk kunci mereka di tahun mendatang. Rivian sedang bersiap meluncurkan SUV R2 yang berukuran lebih kecil, yang dirancang untuk bersaing langsung dengan pemimpin pasar seperti Tesla Model Y. Dengan mengaitkan imbalan yang begitu besar dengan kesuksesan jangka panjang, Rivian berharap Scaringe akan terus mendorong inovasi dan efisiensi yang diperlukan untuk bersaing dengan raksasa seperti Tesla. Tren kompensasi berbasis kinerja yang terinspirasi oleh Elon Musk ini mengirimkan sinyal kuat kepada pasar bahwa perusahaan-perusahaan ini siap bertaruh besar pada kepemimpinan mereka untuk mencapai pertumbuhan dan dominasi yang luar biasa di masa depan