Mobil lelang sering kali terlihat seperti peluang emas. Dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran, siapa yang tidak tergiur? Namun, di balik bodi yang kinclong dan cat yang baru, banyak jebakan tersembunyi yang bisa mengubah "diskon" besar menjadi kerugian tak terduga. Artikel ini akan membongkar rahasia di balik mobil lelang dan memberikan panduan praktis agar Anda tidak menyesal kemudian.
Mengapa Mobil Lelang Penuh Risiko?
Banyak mobil yang dijual di pelelangan berasal dari berbagai sumber yang bermasalah, seperti sitaan, mobil bekas banjir, bekas taksi, atau bahkan kendaraan yang pernah mengalami kerusakan parah. Penjual di lelang—terutama lelang daring seperti Copart atau IAAI—sering kali tidak mengungkapkan semua riwayat kendaraan. Mereka hanya fokus pada tampilan luarnya agar mobil cepat laku. Akibatnya, banyak pembeli yang baru menyadari adanya masalah serius seperti kerusakan mesin, sistem kelistrikan yang kacau, atau rangka yang bengkok setelah mobil dibeli.
Langkah-Langkah Cerdas Sebelum Menawar
Untuk menghindari kerugian, Anda tidak boleh hanya mengandalkan foto atau deskripsi singkat. Luangkan waktu untuk melakukan riset mendalam. Pertama, periksa nomor identifikasi kendaraan (VIN) mobil yang Anda incar. Gunakan layanan berbayar seperti Carfax atau AutoCheck untuk mendapatkan laporan riwayat lengkap. Laporan ini akan menunjukkan apakah mobil pernah mengalami kecelakaan, banjir, atau bahkan masalah pada odometer. Jika penjual tidak menyediakan VIN, itu sudah menjadi tanda bahaya pertama.
Inspeksi Langsung Kunci Utama
Meskipun lelang sering kali tidak mengizinkan test drive, mereka biasanya memberikan kesempatan untuk inspeksi visual. Jangan lewatkan kesempatan ini. Bawa seorang mekanik terpercaya atau teman yang mengerti mobil. Perhatikan detail-detail kecil yang bisa menunjukkan masalah besar. Misalnya, periksa apakah ada celah antar panel bodi yang tidak rata, yang bisa menjadi indikasi mobil bekas tabrakan. Periksa juga bagian bawah mobil; jika ada noda oli baru atau bekas las yang mencurigakan, hindari saja. Banyak penjual nakal sengaja menggunakan cat atau undercoating baru untuk menyembunyikan karat atau kerusakan rangka.
Waspadai Trik Cepat Saji
Ada beberapa perbaikan "cepat saji" yang umum dilakukan penjual untuk menutupi masalah. Periksa bagian dalam kap mesin. Jika mesin terlihat terlalu bersih dibandingkan bagian lain, mungkin ada upaya untuk menyembunyikan kebocoran oli. Buka juga tutup radiator dan periksa cairan di dalamnya. Jika ada endapan seperti lumpur atau oli, itu bisa jadi pertanda head gasket yang rusak. Terakhir, gunakan alat pemindai kode (scanner OBD-II) untuk mendeteksi masalah pada sistem kelistrikan dan mesin. Alat ini akan menunjukkan kode-kode kesalahan yang tidak terlihat di dasbor.
Membeli mobil lelang memang menggiurkan, tetapi risikonya juga besar. Dengan melakukan riset yang cermat dan inspeksi yang teliti, Anda bisa meningkatkan peluang untuk mendapatkan kesepakatan yang bagus, bukan sekadar janji kosong. Ingat, lebih baik kehilangan kesempatan daripada kehilangan banyak uang.