Impian untuk memiliki kendaraan yang sepenuhnya bisa mengemudikan dirinya sendiri kini semakin mendekati kenyataan, tidak lagi sekadar angan-angan fiksi ilmiah atau terbatas pada layanan taksi online seperti Waymo dan Tesla Robotaxi. Sebuah terobosan baru datang dari Tensor, perusahaan teknologi yang bermarkas di Silicon Valley, yang berambisi menghadirkan pengalaman taksi otonom langsung ke garasi rumah Anda. Dikenal dengan nama Tensor Robocar, kendaraan ini dirancang khusus untuk kepemilikan pribadi, menawarkan kemewahan teknologi otonom Level 4 yang memungkinkan mobil berjalan tanpa campur tangan manusia, namun tetap memberikan opsi kendali manual bagi pemiliknya yang masih ingin merasakan sensasi berkendara.
Perjalanan Tensor sendiri cukup menarik untuk disimak karena perusahaan ini bukanlah pemain baru di industri kendaraan pintar. Awalnya dikenal sebagai AutoX yang berdiri sejak 2016, mereka sempat mengoperasikan ribuan taksi otonom di China selama masa pandemi. Namun, dengan alasan keamanan data dan privasi, perusahaan ini melakukan rebranding menjadi Tensor dan memindahkan fokus operasionalnya kembali ke California. Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan kendaraan yang benar-benar berfokus pada konsumen privat, menjauh dari model bisnis armada korporat, dan memastikan keamanan data penggunanya terjamin dengan sistem pemrosesan lokal di dalam mobil tanpa harus selalu bergantung pada penyimpanan awan.
Secara spesifikasi, Robocar adalah mobil listrik murni yang dibekali baterai berkapasitas 112-kWh dengan estimasi jarak tempuh mencapai 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. Teknologi pengisian dayanya pun sangat impresif karena diklaim mampu mengisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu 20 menit berkat arsitektur kelistrikan 845-volt. Kecanggihan ini dipadukan dengan desain pintu tengah model coach-style yang dapat membuka dan menutup secara otomatis tanpa risiko membentur objek lain berkat sensor pintar yang tertanam di dalamnya. Bahkan, Tensor sedang mengembangkan teknologi lengan robotik yang nantinya bisa menancapkan pengisi daya secara otomatis saat mobil terparkir di rumah, sehingga pemilik tidak perlu repot melakukan apa pun.
Keunggulan utama Tensor Robocar terletak pada otak komputernya yang ditenagai oleh delapan chip Nvidia Drive Thor-X, yang mampu melakukan triliunan operasi per detik untuk memproses data dari lebih 100 sensor di sekujur bodi mobil. Sensor ini meliputi kamera, radar, ultrasonik, dan lima rangkaian Lidar yang mampu memantau kondisi jalan hingga jarak 300 meter dalam radius 360 derajat. Untuk memastikan kinerja sensor tetap optimal dalam segala cuaca, termasuk hujan dan salju, Tensor melengkapinya dengan puluhan penyemprot pembersih, wiper mini, dan sistem pemanas anti-embun. Semua kecanggihan ini menjadikan Robocar jauh lebih unggul dibandingkan sistem Full Self-Driving milik Tesla yang saat ini masih menuntut pengawasan pengemudi.
Pengalaman pengguna di dalam kabin juga dirancang sangat futuristik dengan integrasi kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM). Pemilik mobil tidak perlu memberikan perintah kaku, melainkan cukup berbicara santai layaknya mengobrol dengan asisten manusia untuk menentukan tujuan atau memanggil mobil. Ketika mode otonom diaktifkan, setir kemudi akan melipat masuk ke dalam dasbor dan pedal gas serta rem akan menyembunyikan diri, memberikan ruang yang lega bagi penumpang. Namun, jika situasi menuntut atau keinginan menyetir muncul, seluruh kendali fisik tersebut akan muncul kembali secara otomatis, didukung oleh sistem steer-by-wire yang responsif dan aman.
Rencana peluncuran dan harga Tensor Robocar menargetkan segmen pasar kendaraan mewah. Mobil ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga yang setara dengan Mercedes-Benz S-Class, yakni di kisaran ratusan ribu dolar Amerika. Produksinya sendiri akan ditangani oleh pabrikan VinFast di Vietnam yang memiliki pengalaman merakit mobil Eropa, dengan jadwal produksi massal dimulai pada akhir tahun 2026. Pengiriman unit pertama direncanakan untuk pasar Uni Emirat Arab, disusul oleh Amerika Serikat pada awal 2027. Selain sebagai kendaraan pribadi, pemilik nantinya juga berpotensi menyewakan mobil ini sebagai taksi otonom mandiri saat sedang tidak digunakan, membuka peluang pasif income di era mobilitas modern.