Kekhawatiran akan habisnya daya di tengah perjalanan atau yang dikenal sebagai 'range anxiety' dan waktu pengisian daya yang lama masih menjadi batu sandungan utama dalam adopsi massal kendaraan listrik (EV) secara global, termasuk di pasar yang matang seperti Eropa dan pasar berkembang seperti Indonesia. Data survei konsultan global menunjukkan bahwa waktu pengisian yang lama menjadi salah satu alasan utama konsumen masih ragu beralih ke EV. Namun, inovasi teknologi kini menawarkan solusi radikal: platform tukar baterai super cepat yang menjanjikan pengisian daya secepat mengisi bensin.
Salah satu pemain yang paling ambisius dalam tren ini adalah Jasper EV Tech. Perusahaan teknologi kendaraan listrik ini baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan akselerator global terkemuka, FasterCapital, melalui program Equitypilot. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat komersialisasi platform pertukaran baterai mereka di Eropa, dengan fokus awal di Prancis. Inti dari inovasi Jasper adalah sistem yang dipatenkan yang mampu mengganti paket baterai EV yang habis dengan yang terisi penuh secara otomatis dalam waktu kurang dari satu menit. Ini jauh melampaui waktu fast charging konvensional yang masih memakan waktu 30 hingga 60 menit.
Teknologi Jasper EV Tech mengandalkan penggunaan baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) modular yang dikenal lebih aman dan tahan lama, menggantikan paket baterai lithium-ion tetap. Baterai LFP ini ditempatkan dalam modul pertukaran yang dapat dilisensikan kepada produsen kendaraan (OEM), memungkinkan proses swap yang otomatis tanpa pengemudi harus keluar dari mobilnya. Kemitraan dengan FasterCapital ini memvalidasi potensi komersial teknologi tersebut. Rencana Jasper kini semakin nyata dengan target peluncuran armada percontohan di Prancis pada tahun 2026, didukung peta jalan pendanaan yang mencakup pendanaan awal dan green bond terstruktur untuk skala infrastruktur.
Tren tukar baterai cepat ini bukan sekadar wacana. Di Eropa, inisiatif serupa sudah mulai bergulir. Sebagai contoh, produsen otomotif global Stellantis telah bekerja sama dengan perusahaan teknologi baterai lain, Ample, untuk memanfaatkan teknologi modular battery swapping. Program percontohan ini rencananya akan dimulai di Madrid, Spanyol, pada tahun 2024 menggunakan armada Fiat 500e, dengan janji penggantian baterai penuh dalam waktu kurang dari lima menit. Kehadiran pemain-pemain ini, termasuk rencana ekspansi CATL yang juga siap membawa teknologi tukar baterai ke Eropa, menegaskan bahwa model battery swapping menjadi alternatif yang serius terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Bagi konsumen, model bisnis ini menawarkan solusi ganda. Pertama, mengatasi range anxiety dan waktu tunggu. Kedua, mengurangi biaya awal pembelian EV, karena baterai dapat disewakan (Battery-as-a-Service atau BaaS), yang juga memastikan konsumen selalu mendapatkan teknologi baterai terbaru dan terbaik. Inovasi seperti yang dibawa Jasper EV Tech, yang menargetkan penetrasi awal 10% pada mobil listrik baru di Prancis, menunjukkan bahwa masa depan mobilitas listrik yang efisien, aman, dan tanpa penantian panjang sudah di depan mata.