Di tengah tantangan dan perlambatan ekonomi global yang terjadi sepanjang awal tahun 2025, sektor industri China justru menunjukkan sebuah anomali yang mengagumkan. Kekhawatiran akan krisis global seolah tak mampu membendung laju industri otomotif China, yang terus membuktikan ketangguhannya. Kekuatan ini secara nyata tercermin dari data ekspor terbaru yang dirilis pada 10 Juni 2025, yang menunjukkan vitalitas luar biasa terutama pada segmen kendaraan listrik.
Laporan resmi dari Administrasi Umum Kepabeanan China melukiskan gambaran yang jelas mengenai kekuatan ini. Selama lima bulan pertama tahun 2025, ekspor mobil listrik China tercatat melonjak signifikan sebesar 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa permintaan global terhadap produk otomotif inovatif dari China tidak surut. Keberhasilan ini dipimpin oleh raksasa-raksasa otomotif seperti Chery yang berhasil mengekspor 250.800 unit, diikuti oleh MG (SAIC) dengan 168.700 unit, dan Geely yang mencatatkan pertumbuhan paling fenomenal sebesar 103,3% dengan 160.900 unit kendaraan dikirim ke pasar internasional.
Ketangguhan ini tidak hanya terbatas pada sektor otomotif. Data menunjukkan bahwa performa gemilang ini adalah bagian dari tren yang lebih besar dalam kekuatan manufaktur China. Ekspor produk peralatan manufaktur secara keseluruhan tumbuh 9,2%, menyumbang lebih dari separuh total ekspor negara tersebut. Selain mobil listrik, sektor lain seperti mesin konstruksi, perkapalan, hingga robot industri juga mencatatkan pertumbuhan dua digit. Ini menandakan adanya fondasi industri yang solid dan rantai pasok yang efisien, yang memungkinkan China untuk terus berproduksi dan memenuhi permintaan global meski di tengah ketidakpastian.
Keberhasilan industri otomotif China dalam menghadapi tekanan ekonomi global tentu bukan tanpa alasan. Para analis menilai ada beberapa faktor pendorong utama. Pertama adalah strategi ekspansi global yang agresif dan terencana dari setiap merek, yang tidak hanya menyasar pasar berkembang tetapi juga berhasil menembus pasar yang sudah matang seperti Eropa. Kedua, inovasi teknologi yang berkelanjutan, terutama dalam pengembangan baterai dan fitur pintar, membuat produk mereka memiliki daya saing tinggi. Kemampuan untuk menawarkan produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif menjadi kunci utama merebut hati konsumen di seluruh dunia.
Pada akhirnya, data ini menjadi bukti nyata bahwa ketangguhan industri otomotif China bukan sekadar isapan jempol. Dengan terus memperluas jejaknya di pasar-pasar strategis seperti ASEAN, Afrika, dan Uni Eropa, China memantapkan posisinya sebagai pemain utama yang akan terus mendominasi panggung otomotif global. Kemampuan mereka untuk tetap tumbuh dan berjaya di saat banyak negara lain berjuang melawan krisis menunjukkan bahwa era dominasi manufaktur China, khususnya di sektor otomotif, masih akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.