Di tengah harga BBM yang seringkali fluktuatif, banyak pemilik kendaraan mencari cara untuk menekan pengeluaran. Namun, seringkali kita lupa bahwa penyebab utama borosnya bahan bakar justru datang dari kebiasaan mengemudi kita sendiri. Tanpa disadari, beberapa gaya berkendara yang dianggap sepele ternyata membuat konsumsi BBM melonjak drastis. Mengenali dan mengubah kebiasaan ini adalah langkah pertama menuju penghematan yang signifikan.
Salah satu biang keladi terbesar adalah gaya mengemudi yang agresif. Menginjak pedal gas secara mendadak untuk akselerasi cepat memaksa mesin bekerja ekstra keras dan menyedot lebih banyak bahan bakar. Kebiasaan ini seringkali diikuti dengan pengereman mendadak, yang tidak hanya membuang sia-sia momentum yang sudah dihasilkan, tetapi juga mempercepat keausan komponen rem. Menjaga kecepatan yang konstan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan adalah kunci untuk menghindari siklus "gas-rem" yang merugikan ini.
Kebiasaan lain yang tak kalah merugikan adalah membiarkan mesin menyala terlalu lama saat berhenti atau idling. Baik saat terjebak macet parah maupun menunggu seseorang, mesin yang menyala tanpa pergerakan sama dengan membakar bahan bakar tanpa menghasilkan jarak tempuh sama sekali. Jika Andaperkirakan akan berhenti lebih dari satu menit, mematikan mesin adalah pilihan yang jauh lebih bijak. Selain itu, sering melaju dengan kecepatan tinggi juga sangat berpengaruh. Semakin cepat mobil melaju, semakin besar hambatan angin yang harus dilawan, yang berarti mesin memerlukan lebih banyak tenaga dan bahan bakar untuk mempertahankan kecepatan tersebut.
Faktor teknis yang sering diabaikan adalah penggunaan gigi transmisi yang tidak tepat dan membawa beban berlebih. Mengemudi dengan putaran mesin (RPM) yang terlalu tinggi karena berada di gigi rendah padahal kecepatan sudah cukup tinggi akan membuat konsumsi bensin sangat boros. Begitu pula dengan muatan yang tidak perlu di dalam mobil. Setiap tambahan beban akan memaksa mesin bekerja lebih keras untuk bergerak. Terakhir, kondisi ban yang kurang angin juga menjadi penyebab tersembunyi. Ban yang kempis menciptakan gesekan yang lebih besar dengan jalan, sehingga mesin membutuhkan tenaga ekstra untuk mendorong mobil.
Dengan mengubah beberapa kebiasaan sederhana tersebut, Anda tidak hanya akan merasakan penghematan biaya bahan bakar yang signifikan setiap bulannya. Lebih dari itu, Anda juga turut berkontribusi dalam menjaga kondisi kendaraan agar lebih awet dan mengurangi emisi gas buang yang berdampak pada lingkungan. Mulailah berkendara dengan lebih cerdas, bukan hanya lebih cepat.