>
 

"Golden September": Penjualan Mobil Tiongkok Melonjak 6,6% Dipicu Kejar Subsidi Tukar-Tambah

"Golden September": Penjualan Mobil Tiongkok Melonjak 6,6% Dipicu Kejar Subsidi Tukar-Tambah image
Pasar otomotif Tiongkok kembali menunjukkan geliat luar biasa pada bulan September, periode yang secara tradisional dijuluki sebagai "Golden September" karena menjadi musim puncak penjualan. Data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA) mengonfirmasi momentum ini, mencatat penjualan mobil domestik melonjak tajam sebesar 6,6% secara tahunan (year-on-year) menjadi 2,27 juta unit. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan bulan sebelumnya dan menjadi sinyal positif di tengah tekanan ekonomi global. Lonjakan ini didorong oleh satu faktor kunci: konsumen dan dealer bergegas memanfaatkan subsidi tukar-tambah dari pemerintah daerah sebelum insentif tersebut ditangguhkan secara massal. Pemerintah Tiongkok, baik pusat maupun daerah, memang telah meningkatkan program stimulus keuangan, termasuk subsidi untuk mendorong masyarakat mengganti kendaraan lama, baik bertenaga bahan bakar minyak maupun kendaraan energi baru (NEV). Kebijakan ini terbukti efektif menciptakan lonjakan permintaan. Namun, kegembiraan ini tidak berlangsung lama. Sejumlah pemerintah daerah, seperti Provinsi Jiangsu dan wilayah Guangxi, hingga kota-kota besar di Zhejiang seperti Wenzhou dan Hangzhou, mulai mengumumkan penangguhan program subsidi tukar-tambah mereka. Penangguhan ini umumnya terjadi karena alokasi dana subsidi yang mulai menipis. Kondisi ini lantas menciptakan suasana “last call” yang mendorong konsumen untuk segera bertransaksi di bulan September, alih-alih menunda pembelian. Selain dorongan insentif, dominasi mobil ramah lingkungan juga semakin menguat. Penjualan kendaraan listrik (EV) dan mobil hibrida (hybrid) berhasil menyumbang 57,2% dari total penjualan dan menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 15,5% pada September. Di tengah tren ini, persaingan antar produsen menjadi sangat sengit. Meskipun raksasa domestik seperti BYD mengalami sedikit penurunan penjualan bulanan pertamanya sejak awal tahun 2024, pangsa pasar mereka justru mulai digerogoti oleh pesaing domestik yang lebih kecil. Merek seperti Geely, Leapmotor, Xpeng, dan Xiaomi berhasil mencatatkan rekor penjualan tertinggi mereka bulan lalu, menunjukkan dinamika pasar yang terus berubah. Sementara itu, Tesla dari Amerika Serikat juga mencatatkan penurunan tipis 0,9% dari tahun sebelumnya di pasar Tiongkok. Di sisi dealer, meskipun penjualan ritel tampak kuat, asosiasi dealer melaporkan adanya peningkatan besar dalam inventaris. Total stok mobil di tangan dealer mencapai 3,04 juta unit pada akhir September. Hal ini memicu seruan dari Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, agar pemerintah segera mengeluarkan kebijakan finansial untuk mendukung para dealer yang tertekan. Walaupun penjualan September terlihat meroket, prospek untuk kuartal berikutnya diprediksi akan menjadi lebih berat seiring dengan berhentinya insentif tukar-tambah lokal. Oleh karena itu, lonjakan "September Emas" ini kemungkinan besar adalah sebuah euforia sesaat yang didorong oleh batas waktu subsidi, bukan sinyal pemulihan permintaan jangka panjang yang berkelanjutan.