>
 

Dukungan Hyundai untuk Mobil Nasional Prabowo: Basis EV dan Kapasitas Produksi 250.000 Unit/Tahun

Dukungan Hyundai untuk Mobil Nasional Prabowo: Basis EV dan Kapasitas Produksi 250.000 Unit/Tahun image
Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melahirkan Mobil Nasional (Mobnas) dalam kurun waktu tiga tahun mendapat angin segar dari raksasa otomotif global. Hyundai Motor, produsen mobil terbesar ketiga di dunia, secara resmi menyatakan minat kuat untuk berpartisipasi dalam proyek strategis ini. Keterlibatan Hyundai bukan sekadar janji, melainkan didukung oleh infrastruktur Kendaraan Listrik (EV) yang sudah mapan di Indonesia, sebuah faktor kunci yang akan menentukan masa depan Mobnas. Dengan kesiapan ini, Mobnas Indonesia dipastikan akan langsung melompat ke era elektrifikasi, meninggalkan teknologi konvensional. Minat Hyundai ini disampaikan langsung dalam pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Presiden Hyundai Motor Group di Korea Selatan. Keputusan Hyundai untuk terlibat secara mendalam sangatlah realistis. Saat ini, Hyundai sudah mengoperasikan pabrik perakitan canggih di Cikarang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas produksi hingga 250.000 unit per tahun. Kapasitas masif ini adalah fondasi konkret yang dapat mempercepat realisasi Mobnas tanpa perlu membangun fasilitas baru dari nol. Dengan menggunakan basis produksi yang sudah ada, target tiga tahun yang dicanangkan pemerintah menjadi jauh lebih mungkin dicapai. Yang membuat kolaborasi ini semakin strategis adalah fokus pada Basis EV. Hyundai telah menanamkan investasi besar di ekosistem EV Indonesia. Bersama LG Energy Solution, Hyundai telah meresmikan pabrik sel baterai EV pertama di Asia Tenggara yang terletak di Karawang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 10 Gigawatt hour (GWh), cukup untuk menyuplai puluhan ribu unit mobil listrik setiap tahunnya. Dengan adanya rantai pasok baterai lokal ini, Hyundai dapat memastikan komponen utama EV untuk Mobnas akan diproduksi di dalam negeri, sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Dukungan penuh ini diharapkan tidak hanya menciptakan mobil, tetapi juga menarik investasi asing lebih lanjut dan menciptakan lapangan kerja di sektor teknologi hijau. Keterlibatan Hyundai menandai pergeseran paradigma. Proyek Mobnas kini tidak lagi berkutat pada isu nasionalisme semata, tetapi fokus pada daya saing global melalui teknologi EV. Dengan menggandeng pemain kelas dunia seperti Hyundai, Indonesia berpotensi menciptakan Mobnas yang modern, ramah lingkungan, dan siap bersaing di pasar internasional. Langkah selanjutnya adalah finalisasi detail teknis dan model bisnis yang akan memastikan proyek ini berjalan lancar dan Mobil Nasional Indonesia yang berbasis listrik dapat segera meluncur di jalanan dalam waktu yang dijanjikan