Ferrari, produsen mobil legendaris asal Italia, akhirnya secara resmi merilis spesifikasi teknis perdana untuk kendaraan listrik penuh pertamanya, yang saat ini masih diberi kode nama Elettrica. Mobil ini diposisikan sebagai langkah radikal yang bertujuan memperluas basis pelanggan, menawarkan pengalaman berkendara mewah yang berfokus pada kenyamanan dan kepraktisan, tanpa mengorbankan performa khas Kuda Jingkrak. Walaupun desain eksteriornya masih dirahasiakan hingga tahun 2026, detail teknis yang terungkap menjanjikan kombinasi kekuatan listrik gila dengan handling presisi ala Maranello.
Elettrica tidak akan berbentuk supercar tradisional. Sebaliknya, mobil ini akan hadir sebagai Grand Tourer (GT) empat pintu dan empat kursi yang elegan, mirip dengan konsep crossover Purosangue namun dengan fokus kenyamanan yang lebih tinggi. Keputusan ini didasarkan pada riset internal yang menunjukkan bahwa teknologi baterai saat ini paling optimal untuk menciptakan GT listrik yang lincah, bukan supercar yang harus mengangkut baterai super besar. Kolaborasi desain yang menarik juga mencuat: Ferrari menunjuk mantan Kepala Desain Apple, Sir Jony Ive, melalui studio desainnya LoveFrom, untuk merancang tampilan yang dijanjikan akan menjadi "penyimpangan radikal" dari bentuk Ferrari yang sudah ada.
Di balik tampilan yang masih misterius, Elettrica menyimpan tenaga listrik yang luar biasa. Mobil ini ditenagai oleh empat motor listrik (Quad-Motor) yang dikembangkan sepenuhnya secara in-house oleh Ferrari. Mesin-mesin listrik ini mampu menghasilkan total tenaga puncah (dalam boost mode) lebih dari 1.000 tenaga kuda (1000+ CV). Dengan tenaga sebesar itu, akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam diklaim hanya dalam 2,5 detik, dengan kecepatan tertinggi mencapai 310 km/jam (193 mph). Kehebatan ini didukung oleh teknologi motor listrik yang berputar hingga 30.000 rpm di poros depan, memungkinkan kecepatan tinggi tanpa perlu transmisi multi-kecepatan yang rumit.
Sumber tenaga Elettrica adalah paket baterai 800-volt berkapasitas 122 kWh yang juga dirancang sendiri oleh Ferrari di Maranello. Kapasitas ini menjanjikan jarak tempuh lebih dari 530 km berdasarkan siklus uji WLTP. Uniknya, 85% massa baterai diletakkan di bawah lantai untuk mencapai pusat gravitasi yang sangat rendah—sekitar 80 mm lebih rendah dari mobil mesin pembakaran internal sejenis—sekaligus menciptakan distribusi berat ideal 47% di depan dan 53% di belakang. Teknologi pengisian cepat DC hingga 350 kW juga didukung, memastikan waktu pengisian yang optimal bagi pengguna.
Untuk memastikan mobil seberat 2.300 kg ini tetap terasa seperti Ferrari sejati, produsen menyematkan teknologi sasis tercanggih. Mobil ini akan menggunakan Suspensi Aktif Generasi ke-3 yang diadaptasi dari Purosangue dan hipercar F80, dipadukan dengan Sistem Kemudi Roda Belakang independen yang memungkinkan kontrol handling yang presisi. Yang paling menarik, Elettrica menjadi Ferrari pertama yang memungkinkan kontrol penuh atas gaya vertikal, lateral, dan longitudinal pada setiap roda secara individual, membuat mobil terasa jauh lebih lincah dari bobotnya. Fitur unik lainnya adalah sistem suara autentik yang menguatkan frekuensi nyata dari motor listrik, memberikan pengalaman audio yang fungsional dan dramatis, bukan sekadar suara buatan.
Semua detail teknis yang memukau ini menegaskan bahwa Ferrari Elettrica dirancang untuk menjadi mobil listrik yang benar-benar berbeda. Mobil ini adalah perpaduan ambisi untuk merangkul era elektrifikasi sambil tetap menghormati filosofi inti thrill-driving khas Ferrari. Pratinjau desain resmi Elettrica diharapkan akan muncul di awal tahun depan, dengan pengiriman pertama kepada pelanggan dijadwalkan pada akhir tahun 2026. Ini adalah momen penting yang menandai evolusi bersejarah bagi salah satu merek mobil paling ikonik di dunia.